Feeds:
Posts
Comments

Puisi buatmu

Kata-kata yang tertulis
Tak menceritakannya detil
Akan halnya relung waktu
Di setiap ruang dinding bisu

Kau menatapku sahdu
Bagaikan mata pedang
Seketika aku menyapamu
Kau berkata, saat yang panjang

Advertisements

The day

Tomorrow should be a huge day, I’m asking a permission. “I would like to have your permission sir, I will marry your daughter, we love each other and i can’t imagine we live in different ways besides together.”

image

My lovely lukita ferdiany

My self

image

A Deceitful Life

3 June at 11 PM.

OOhh so hard to write on, in a disgrace far from anybody, in a lack of ability to choose and minority option. Just a deceit life, a glamor design of life were just too sparkling outside but deeply sorrow inside

Feel abandoned, counting the days passed away. One year, two years, three years…. and still more to come, and still more filling with laughter, smiley faking face, enjoyment ideas of how making a really nice comfy place (not so good though)

NONONONOONONO Must Change!!!!! Smart Man, you have what you got to get rid of those.

OPen your mind… Please be sensitive.. lowering the grade shouldn’t be a bad idea. You never know whats coming to you, whats your destiny is still unknown, a miracle.

 

 

Bagus nih

Daripada ntar ga inget lagi mending ditulis sekarang

” Jangan jadikan keterbatasan sebagai tameng dalam menjalani hidup, tapi jadikan itu sebagai tantangan¬† “

Bloggin on n73

Test, just a test please ignored

hi there,

Last note

Kalau ini adalah kali terakhir aku bisa menuangkan pikiranku dalam tulisan, aku ingin hal ini akan diingat untuk kedepannya ketika aku flashback membaca blog ku ini. Tulisan ini ga akan diedit dan ga akan dikurang-kurangi agar kelihatannya lebih bagus. Aku akan menampilkan orisinal dan tidak berharap agar orang-orang suka akan tulisanku ini. Perlu diingat aku membuat tulisan ini bukan untuk siapapun kecali diriku sendiri. So enjoy

Pada akhirnya aku berakhir seperti ini. laksana zombi aku ga tau apa yg harus diperbuat. Bingung, gundah, memikirkan apa yg menjadi prioritas. Apakah pekerjaan, keluarga, teman, atau apa lagi?? aku ga ngerti kenapa bisa aku berada pada kondisi seperti ini. Sepertinya semua yg kulakukan sia2, aku iri pada seluruh pekerjaan orang lain. aku menganggap pekerjaan ku adalah sanga remeh bila dibandingkan mereka. Hahaha…. kyaknya salah deh kalmat terakhir tp gpp, AKU GA AKAN EDIT hihihi…

Okay, you know me… ga perlu di deskripskan lebih jauh lagi. Dibilang penting sih ngga juga, kalo ga ada mungkin jga ga bakalan dicariin hehehe. Hate to be in that condition, something iwanna change about me is that:

One, i want to be more scheduled. More diligent,, more silent,, more not like me now….

Two, nothing’s i just wanna make number one come true.

Deargod, if you’re telling me this were the best for me then you’re wrong. A big BIG wrong. Kayaknyakoq speed tulisanku menurun, padahal mau dibikin se spontan dan selugas mungkin

ok, let see… aku pengen ceritamengenai kemungkinan terburuk. Satu, bakalan disini selamanya, ga pernah merasakan kemewahan kota besar dan segala fasilitasnya. Kedua, karir pun bakal yah just so..so…

DAHHH Males nulisny, udah ngantuk besok bisa disambung lagi….

Baru keinget, bentar lgi bulan puasa. Target nya kali ini menjadi manusia baru. Bener2 baru. no more laziness, unprepared everything, teratur, terjadwal, rapih. omong2 soal rapi inget cikal bakal rumahku. Liat aja aku akan menjadikan rumahku sangat bersih dan rapih supaya pikiran bsia tenang